Bedah Buku Bon Setitit Jadi Upaya Tingkatkan Literasi dan Gali Sejarah Perjuangan Kei

Tual, BM – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Rudi A. Bugis, mengatakan penyelenggaraan Bedah Buku Bon Setitit: Dari Kei Untuk Konferensi Meja Bundar merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tual dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus menggali kembali nilai-nilai sejarah perjuangan masyarakat Kei.

Hal tersebut disampaikan Rudi saat menyampaikan laporan pada pembukaan kegiatan bedah buku bertema “Menggali Akar, Merajut Sejarah: Benang Merah Nilai dan Perjuangan Kei untuk Indonesia” di Aula Kantor Wali Kota Tual, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Rudi, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual bersama Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), pegiat literasi Maryadat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM Tualang Tual. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Pemerintah Daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kota Tual.

“Bedah buku ini bertujuan mengupas nilai-nilai, gagasan, dan pesan edukatif yang terkandung dalam buku Bon Setitit: Dari Kei Untuk Konferensi Meja Bundar, sekaligus menumbuhkan minat baca dan budaya literasi, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Rudi.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang diskusi yang konstruktif untuk mengimplementasikan gagasan dan nilai-nilai yang terkandung dalam buku ke dalam pembangunan daerah maupun kehidupan bermasyarakat.

Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, akademisi, pelajar, mahasiswa, guru, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.

Kegiatan bedah buku menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat sebagai keynote speaker, penulis buku Capt. Stephanus G. Setitit, perwakilan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Prof. Dr. P.M. Laksono, M.A. dari Universitas Gadjah Mada, serta Prof. Dr. Ir. Alex S.W. Retraubun, M.Sc. dari Universitas Pattimura.

Selain itu, lanjut Rudi, sejumlah penanggap lokal juga turut berpartisipasi secara luring maupun daring.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Tual itu juga mendapat perhatian nasional melalui salah satu media swasta nasional MetroTV.

Menurutnya, publikasi tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas sekaligus mendorong meningkatnya minat baca di Indonesia, khususnya di Kota Tual.

Di akhir laporannya, Rudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai keberhasilan acara merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, komunitas literasi, pegiat literasi, serta mahasiswa KKN UGM Tualang Tual.

“Keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, mitra, dan semua pihak yang telah mencurahkan tenaga serta pikirannya demi suksesnya acara bedah buku ini,” tutupnya. (BM01)