Tual, BM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual hari ini, Sabtu (18/7/2026) akan menggelar kegiatan Bedah Buku Bon Setitit: Dari Kei Untuk Konferensi Meja Bundar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Tual.
Kegiatan yang nantinya akan berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Tual itu merupakan program perdana bedah bedah buku yang diselenggarakan Dinas tersebut.
Kepada media ini, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Ratna S. Tamher, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), pegiat literasi Maryadat, serta mahasiswa KKN UGM Tualang Tual.
Menurut Ratna, buku karya Capt. Stephanus G. Setitit dipilih karena merupakan salah satu karya penting yang mengangkat sejarah, budaya, serta kontribusi masyarakat Kepulauan Kei dalam perjalanan sejarah lokal maupun nasional, khususnya menjelang Konferensi Meja Bundar.
“Melalui bedah buku ini kami ingin mengupas secara mendalam nilai-nilai, gagasan, dan pesan edukatif yang terkandung dalam buku, sekaligus membangun ruang diskusi yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Selain menjadi forum akademik, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami berharap peserta tidak hanya memahami isi buku, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.
Kegiatan ini, kata Ratna, menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan daerah, di antaranya Wali Kota Tual sebagai keynote speaker, penulis buku Capt. Stephanus G. Setitit, perwakilan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Guru Besar Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. P.M. Laksono, M.A., serta Guru Besar Universitas Pattimura Prof. Dr. Ir. Alex S.W. Retraubun, M.Sc. sebagai pembedah utama.
“Sejumlah penanggap lokal juga turut berpartisipasi secara luring maupun daring,” ungkapnya.
Selain itu, sebanyak 150 peserta juga akan mengikuti kegiatan tersebut. “Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, akademisi, guru, pelajar, mahasiswa umum, mahasiswa KKN UGM Tualang Tual, pegiat literasi, dan masyarakat umum,” katanya.
Ia juga mengatakan, kegiatan ini juga bekerjasama dengan salah satu TV Swasta Nasional, agar pesan-pesan literasi yang diusung dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas serta mendorong meningkatnya minat baca di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan bedah buku ini, panitia berharap masyarakat semakin mengenal sosok Bonaventura Setitit, putra asli Kei yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa hingga Konferensi Meja Bundar.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat generasi muda Kei untuk terus berprestasi, menempuh pendidikan tinggi, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
“Semoga bedah buku ini menjadi langkah awal dalam memperkuat budaya literasi di Kota Tual, sekaligus mendorong pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk membiasakan diri membaca, berdiskusi, serta berpikir kritis sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (BM01)






