Ambon, BM – Dua pelajar SMP Kalam Kudus Ambon, Evania Titioka dan Nia Tappangan, membawa harapan Maluku ke panggung nasional. Keduanya dipercaya mewakili Kota Ambon sekaligus menjadi utusan Provinsi Maluku dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat SMP bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Jakarta.
Menjelang keberangkatan mereka, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menerima sekaligus melepas kedua siswi tersebut dalam sebuah pertemuan penuh kehangatan di Ruang Rapat Gubernur Maluku, Senin (21/9/2026).
Pertemuan itu bukan sekadar agenda pelepasan. Di baliknya terselip pesan dan harapan agar Evania dan Nia tampil percaya diri, membawa karya terbaik, serta menunjukkan bahwa anak-anak Maluku memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.
OPSI yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 24–30 September 2026.
Di hadapan kedua siswi, Gubernur Hendrik Lewerissa turut membagikan pengalaman masa pendidikannya ketika aktif mengikuti berbagai kompetisi. Ia menekankan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui komitmen, ketekunan dan kedisiplinan.
Menurut Lewerissa, menjadi seorang peneliti muda membutuhkan kemampuan mengelola diri secara konsisten. Bukan hanya disiplin dalam belajar, tetapi juga disiplin mengatur waktu, menjaga waktu istirahat, dan mempertahankan fokus terhadap tujuan yang hendak dicapai.
Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi Evania dan Nia sebelum berangkat menghadapi kompetisi nasional.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, para guru pendamping dan orang tua yang selama ini memberikan dukungan serta pendampingan kepada kedua siswi tersebut.
Menurutnya, keberhasilan seorang siswa tidak terlepas dari lingkungan yang memberikan ruang untuk belajar, berkembang dan berani mencoba. Sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga semangat anak-anak agar terus berani mengejar prestasi.
Dukungan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa prestasi pelajar bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan daerah.
Karena itu, Evania dan Nia diharapkan mampu menikmati setiap proses selama mengikuti kompetisi di Jakarta. Hasil akhir memang penting, tetapi pengalaman bertemu dengan pelajar dari berbagai daerah, mempresentasikan karya, menerima masukan dan menguji kemampuan di tingkat nasional merupakan pengalaman berharga yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Dari Ambon, doa dan harapan pun dititipkan bersama keberangkatan kedua siswi tersebut.
Evania dan Nia diharapkan tampil maksimal, percaya diri dan mampu memberikan yang terbaik. Apa pun hasil yang diraih nantinya, keberanian mereka membawa nama Maluku ke panggung nasional telah menjadi bagian dari prestasi yang patut diapresiasi.
Lebih jauh, keikutsertaan keduanya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar Maluku lainnya untuk berani bermimpi, meneliti, berinovasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sebab dari ruang-ruang belajar di sekolah, dari rasa ingin tahu seorang siswa, dan dari keberanian untuk mengikuti kompetisi, bisa lahir generasi yang kelak membawa nama Maluku semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Asisten III Setda Maluku, Kepala SMP Kalam Kudus Ambon beserta guru dan para pendamping. (BM01)












