Ambon, BM – Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmen dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketersediaan data ekonomi yang akurat, berkualitas, dan mampu menjadi pijakan dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, saat membuka secara resmi Gebyar Hari Statistik Nasional (HSN) Tahun 2026 bertema “Penguatan Literasi Sensus Ekonomi 2026” yang berlangsung di Kantor BPS Provinsi Maluku, Ambon, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPS Provinsi Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, pimpinan instansi vertikal, kementerian/lembaga, pejabat struktural dan fungsional BPS, perwakilan perbankan, perguruan tinggi, pelaku UMKM, pelayanan stand, serta insan pers.
Mengawali sambutannya, Sadali Ie menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Statistik Nasional Tahun 2026 kepada seluruh insan statistik, khususnya jajaran BPS Provinsi Maluku, serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam menghadirkan data berkualitas bagi pembangunan.
Menurutnya, Hari Statistik Nasional tidak semestinya dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, HSN menjadi momentum untuk kembali menyadari bahwa data merupakan fondasi penting dalam menentukan arah dan keberhasilan pembangunan.
“Data bukan sekadar angka. Data menjadi dasar bagi pemerintah dalam melihat kondisi masyarakat, menentukan kebijakan, menyusun program, hingga mengukur keberhasilan pembangunan,” demikian pesan yang ditekankan dalam arahannya.
Dalam konteks tersebut, Sadali menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti yang sangat strategis bagi Maluku. Sensus tidak hanya ditujukan untuk mengetahui jumlah usaha atau perusahaan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai struktur, karakteristik, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal ini menjadi semakin penting mengingat Maluku memiliki karakteristik geografis sebagai provinsi kepulauan, dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah dan bergerak pada beragam sektor.
Mulai dari usaha mikro dan kecil, perdagangan, jasa, hingga sektor perikanan dan pertanian, seluruh aktivitas tersebut menjadi bagian penting dalam menggambarkan denyut perekonomian Maluku.
Karena itu, Sadali menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS. Pelaksanaannya membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan sensus sangat bergantung pada kolaborasi dan partisipasi kita semua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyediaan data berkualitas membutuhkan sinergi antara BPS, pemerintah daerah, instansi vertikal, perguruan tinggi, dunia usaha, media, dan masyarakat sebagai responden.
Dalam kerangka tersebut, penguatan literasi statistik juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Masyarakat diharapkan tidak hanya mampu membaca angka, tetapi juga memahami makna indikator statistik serta menggunakannya secara tepat dalam melihat berbagai persoalan pembangunan.
Sadali juga menekankan pentingnya membaca data secara utuh dengan mempertemukan informasi statistik, persepsi masyarakat, dan kondisi riil di lapangan. Ketiganya, menurut dia, dapat saling melengkapi dalam memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi pembangunan.
Pada kesempatan itu, Sadali mengajak seluruh Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan BPS.
Ia juga mengimbau para pelaku usaha untuk memberikan data dan informasi yang benar serta jujur kepada petugas sensus, sehingga hasil Sensus Ekonomi 2026 benar-benar mampu menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat Maluku secara faktual.
Peran perguruan tinggi juga diharapkan semakin diperkuat, khususnya melalui kajian berbasis data serta edukasi kepada masyarakat agar pemanfaatan statistik dapat dilakukan secara objektif dan bertanggung jawab.
“Dengan data yang berkualitas, kebijakan yang dihasilkan akan semakin tepat sasaran,” menjadi salah satu pesan penting dalam arahannya.
Melalui momentum Gebyar HSN 2026, Pemerintah Provinsi Maluku berharap terbangun gerakan bersama untuk memperkuat budaya sadar data dan meningkatkan literasi statistik di tengah masyarakat.
Dengan demikian, Sensus Ekonomi 2026 tidak berhenti pada kegiatan pendataan, tetapi dapat menjadi instrumen penting untuk memahami potensi, tantangan, dan dinamika perekonomian Maluku sekaligus memperkuat fondasi perencanaan pembangunan daerah yang lebih tepat, terukur, dan berbasis data. (BM01)










