Masohi, BM – Korem 151/Binaiya menggelar Apel Gelar Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRC PB) Tahun 2026 di Lapangan Nusantara, Jalan Banda, Kelurahan Namaelo, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (24/8/2026).
Apel tersebut menjadi tanda dimulainya latihan kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Agustus 2026. Kegiatan dipimpin langsung oleh Irdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Muhammad Ali Al Habsyi, S.H., M.H.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Maluku Tengah, Ketua DPRD Maluku Tengah, Kajari Maluku Tengah, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, S.I.P., serta perwakilan BNPB/BPBD Kabupaten Maluku Tengah, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan sejumlah instansi terkait lainnya.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Muhammad Ali Al Habsyi menegaskan bahwa latihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan operasional personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bencana alam.
Menurutnya, sebagai wilayah kepulauan, Maluku memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap berbagai jenis bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang hingga gelombang tinggi. Kondisi tersebut perlu diantisipasi, terutama menjelang musim barat yang diperkirakan berlangsung pada September hingga Desember 2026.
“Korem sebagai komando kewilayahan harus memiliki kemampuan deteksi dini, kesiapsiagaan, serta respons yang cepat dan tepat,” tegasnya.
Ia menekankan, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan koordinasi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, BPBD, instansi terkait, relawan serta seluruh komponen masyarakat.
Latihan PRC PB Korem 151/Binaiya ini tidak hanya melibatkan personel TNI dan Polri, tetapi juga unsur pemerintah daerah dan masyarakat. Kegiatan tersebut dirancang sebagai simulasi sekaligus gladi kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
Melalui latihan ini, seluruh unsur yang terlibat diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan dan pola koordinasi yang lebih baik dalam menghadapi bencana, sehingga dapat mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban serta meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian material.
Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh unsur di wilayah Maluku mampu memberikan respons secara cepat, terpadu dan tepat ketika sewaktu-waktu terjadi bencana. (BM01)






