Jakarta, BM – Masa depan Maluku tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alamnya, tetapi juga oleh kualitas generasi mudanya. Dengan semangat itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak Gerakan Generasi Muda Samasuru (GEMAS) menjadi lokomotif perubahan yang melahirkan pemuda berkarakter, berintegritas, inovatif, dan memiliki daya saing global, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur budaya Maluku.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, pada Pelantikan Pengurus Gerakan Generasi Muda Samasuru (GEMAS) Periode 2026–2029 di Aula Universitas Trilogi, Jakarta, Minggu (2/8/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari sebuah amanah besar untuk menghadirkan perubahan nyata. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan progresif yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus menjadi energi baru dalam mempercepat pembangunan Maluku yang adil, maju, dan sejahtera.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan selamat kepada seluruh Pengurus GEMAS yang telah dilantik. Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab moral untuk menggerakkan potensi generasi muda, memperkuat persatuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan daerah,” ujar Gubernur.
Menurutnya, generasi muda merupakan aset strategis yang akan menentukan arah perjalanan Maluku di masa depan. Karena itu, GEMAS diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan kepemimpinan, karakter, dan pengabdian yang inklusif, merangkul seluruh pemuda tanpa memandang latar belakang, serta terus menanamkan nilai orang basudara, semangat Masohi, gotong royong, dan persatuan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Lebih jauh, Gubernur mendorong GEMAS menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kewirausahaan, pelestarian budaya lokal, kepedulian terhadap lingkungan, hingga menciptakan ruang-ruang kreatif yang mampu melahirkan inovasi bagi kemajuan Maluku.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, Gubernur mengingatkan bahwa kemajuan harus diimbangi dengan penguatan karakter. Pemuda Maluku dituntut tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap daerahnya.
“Maluku membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap daerahnya. Jadilah generasi yang mampu menjaga semangat orang basudara, memperkuat persatuan, dan menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi dengan mengedepankan profesionalisme, budaya dialog, musyawarah, serta semangat kolaborasi. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus menjadi teladan dalam membangun persatuan dan menjauhkan diri dari sikap yang berpotensi memecah belah.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa menaruh harapan besar agar kepengurusan GEMAS periode 2026–2029 mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang visioner, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan karya nyata.
Sejalan dengan visi “Transformasi Menuju Maluku yang Adil dan Sejahtera”, kehadiran GEMAS diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Maluku. Ketika semangat orang basudara berpadu dengan inovasi, integritas, dan kolaborasi, maka generasi muda Maluku tidak hanya akan menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi kekuatan nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045—Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. (BM01)






