Cold Storage Bertenaga Surya Hadir di Pulau Longos, Nelayan Kini Bisa Simpan Hasil Tangkapan Lebih Lama

Manggarai Barat, BM – Harapan baru hadir bagi para nelayan di Pulau Longos, pulau terluar di sebelah utara Pulau Flores, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama bertahun-tahun, keterbatasan pasokan listrik membuat masyarakat pesisir kesulitan memiliki fasilitas penyimpanan hasil laut yang memadai. Akibatnya, ikan hasil tangkapan harus segera dijual agar tidak mengalami penurunan kualitas.

Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Melalui kolaborasi PT Paragon Technology and Innovation bersama Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM), masyarakat Pulau Longos memperoleh fasilitas cold storage dan ice maker yang ditenagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid.

Kehadiran teknologi berbasis energi terbarukan ini menjadi solusi nyata bagi nelayan yang selama ini terkendala oleh belum tersedianya listrik selama 24 jam. Sebanyak dua unit cold storage dan satu unit ice maker kini dapat beroperasi secara optimal tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan listrik konvensional.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil tangkapan nelayan, sekaligus memberikan keleluasaan dalam menentukan waktu penjualan sehingga tidak lagi harus menjual ikan dengan tergesa-gesa akibat keterbatasan penyimpanan.

Salah seorang nelayan Pulau Longos, Puhasad, mengaku merasakan manfaat besar dari hadirnya fasilitas tersebut.

“Dulu hasil tangkapan cepat rusak kalau tidak segera dijual. Sekarang saya bisa menyimpan lebih lama dan mengatur sendiri kapan waktunya dijual. Ke depan, saya ingin memanfaatkan cold storage ini lebih maksimal lagi supaya hasil tangkapan bisa dijual ke tempat dengan harga yang lebih baik,” ungkapnya.

Tidak hanya menyediakan infrastruktur, program ini juga dibarengi dengan pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat. Para nelayan akan mengikuti pelatihan mengenai pengoperasian dan perawatan cold storage agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, para nelayan diharapkan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan, memperpanjang masa simpan ikan, serta memperoleh nilai jual yang lebih tinggi. Pada akhirnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Pulau Longos.

Pemanfaatan energi surya sebagai sumber listrik juga menjadi bukti bahwa teknologi ramah lingkungan dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil Indonesia. Kehadiran PLTS hybrid tidak hanya menjawab persoalan keterbatasan energi, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat pesisir untuk mengembangkan usaha perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) sebagai lembaga filantropi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pedalaman terus berkomitmen menghadirkan berbagai solusi bagi daerah-daerah terpencil di Indonesia. Berdiri sejak 2016, IBM telah melaksanakan lebih dari 1.004 program yang menjangkau lebih dari 163.792 masyarakat di berbagai wilayah pedalaman.

Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, IBM meyakini bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama para mitra akan menghadirkan jejak kebaikan yang mampu memperkuat akses masyarakat terhadap infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan ekonomi, demi terwujudnya pembangunan yang lebih merata di seluruh pelosok Indonesia. (BM01)