Ambon, BM – Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, secara resmi membuka kegiatan aksi bersih lingkungan dalam rangka Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 di Resto Sari Gurih, Lateri, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim” sebagai ajakan memperkuat aksi nyata menghadapi perubahan iklim.
Menteri Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, dalam sambutannya yang dibacakan Sadali Ie mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga bumi melalui tindakan nyata demi masa depan yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan dunia saat ini menghadapi tiga krisis planet (Triple Planetary Crisis), yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, serta kehidupan masyarakat.
Indonesia, lanjutnya, tetap berkomitmen menjalankan Paris Agreement dengan target penurunan emisi sebesar 31,89 persen melalui usaha sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030, serta mewujudkan pembangunan rendah karbon melalui strategi Long- Term Strategi For Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050).
Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Lebih dari 60 persen penduduk tinggal di wilayah pesisir yang menghadapi ancaman kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, serta gangguan ketahanan pangan.
Di sisi lain, persoalan sampah turut memperburuk kondisi lingkungan. Indonesia menghasilkan sekitar 51 juta ton sampah setiap tahun, namun sebagian besar belum dikelola secara optimal sehingga memicu pencemaran dan emisi gas metana.
Karena itu, Ia mengajak seluruh masyarakat memulai perubahan dari lingkungan terkecil melalui pemilahan sampah sejak dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mengembangkan bank sampah, serta melakukan penanaman pohon secara masif sebagai upaya memperkuat ketahanan iklim.
“Marilah kita menjadikan Gerakan Indonesia Asri sebagai budaya baru bangsa. Dengan melakukan pertobatan ekologis dan mengubah perilaku terhadap lingkungan, kita tidak hanya menjaga bumi, tetapi juga mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sadali.
Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, TNI-Polri, Bakamla RI, perguruan tinggi, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah kabupaten/kota, organisasi lingkungan, bank sampah, BUMN, serta berbagai elemen masyarakat. (BM01)






