Warga Tual dan Banda Harap KMP Bahtera Nusantara 02 Segera Beroperasi Kembali

Ambon, BM – Sejak tahun 2024 hingga saat ini, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 02 yang biasanya melayari rute Ambon-Banda-Tual pergi pulang (PP) belum juga kembali beroperasi.

Padahal, warga masyarakat yang mendiami Pulau Banda dan Kota Tual maupun Maluku Tenggara, sangat terbantukan dengan adanya kapal yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya.

Untuk itu, salah satu warga Kota Tual, Achmad Madubun meminta Direktur Utana (Dirut) Perumda Panca Karya, Rusdi Ambon untuk berupaya agar kapal yang dikelola perusahaan “plat merah” tersebut bisa kembali beroperasi melayari Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Tual.

Menurutnya, sejak KMP Bahtera Nusantara 02 melayari rute ke Tual, masyarakat disini sangat terbantukan. Hal ini dikarenakan selain mempengaruhi ekonomi disini, masyarakat yang hendak ke Tual sudah bisa membawa kendaraannya, baik itu motor maupun tanpa mengeluarkan biaya sebesar dulu.

“Dulu, kalau kita ingin ke Tual sekaligus membawa kendaraan, pasti kita berpikir banyak, karena biayanya pasti mahal. Namun sejak adanya KMP Bahtera Nusantara 02, sudah tidak sebesar dulu lagi,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan, sejak adanya KMP Bahtera Nusantara 02 masyarakat yang ada di Tual dan Maluku Tenggara sudah tidak terlalu khawatir lagi soal transportasi laut.

“Kalau dulu, kita berlayar itu memakan waktu lebih dari 2 hari. Bahkan ada yang berhari-hari. Namun sejak adanya kapal ini, kita tidak khawatir karna tidak sampai 24 jam sudah sampai,” ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan La Rahman, salah satu warga Desa Kampung Baru Kepulaun Pulau Banda.

Menurutnya, belum beroperasinya kembali KMP. Bahtera Nusantara 02 juga berpengaruh ekonomi mereka disana.

Pasalnya, sebelum adanya kapal tersebut, para turis manca negara maupun lokal merasa kesulitan untuk kembali lagi ke Ambon, saat mereka sudah berada di Pulau Banda.

“Disini pariwisatanya bagus dan sudah terkenal. Tapi para turis manca negara ketika mau berkunjung kesini, pasti akan bertanya soal angkutan. Nah dulu waktu KMP Bahtera Nusantara 02 beroperasi, para turis tidak terlalu khawatir karena transportasi lautnya boleh dikatakan lancar,” ucapnya.

Selain itu, lanjut La Rahman, masyarakat juga merasa kesulitan untuk memasarkan produk-produk, baik itu perikanan maupun perkebunan akibat kembali minimnya pelayaran dari dan ke Banda.

“Bahkan kalau produk-produk itu diangkut menggunakan kapal Pelni, biayanya cukup mahal,” katanya.

Ia juga mendapat kabar, bahwa KMP Bahtera Nusantara 02 sementara tidak bisa berlayar dikarenakan kendala untuk docking.

“Untuk itu saya minta Pemerintah Provinsi Maluku dan DPRD Provinsi Maluku dapat berupaya agar kapal ini bisa docking dan kembali berlayar seperti dulu,” pungkasnya. (BM-04)

News Feed