Pengurus PBVSI Maluku Masa Bakti 2025-2029 Dilantik, Ini Beberapa Catatan Gubernur Maluku

Ambon, BM – Pengurus Provinsi (PBVSI) Maluku masa bakti 2025-2029 resmi dilantik Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PBVSI, Komjen Pol (Purn) Drs. Imam Sudjarwo, Kamis (16/10/2025) di Aula lantai 7 Kantor Gubernur Maluku.

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Umum PB PBVSI Nomor 22/SK/PBVSI/IX/2025 tertanggal 1 September 2025, tentang Pengukuhan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Maluku masa bakti 2025-2029.

Hadir pada kesempatan itu, Seretaris Daerah Maluku, Sadali Ie yang mewakili Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Maya Bebby Lewerissa, Ketua DPW Lasqi Maluku, Rohani Vanath, Ketua Umum KONI Provinsi Maluku, M. A. S. Latuconsina, Ketua KORMI Provinsi Maluku, Nita Bin Umar, Direktur Utama PD Panca Karya, Rany Tualeka, Direktur Pemasaran dan Operasional PD Panca Karya, Saifudin Go, para Ketua Umum Pengprov cabang olahraga di Maluku dan undangan lainnya.

Dalam SK tersebut, Anggota DPR-RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku, F. Alimudin Kolatlena menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov PBVSI Maluku dan dibantu Ketua Harian, Affandy Hasanussi, Elvis Pattiselano sebagai Sekretaris Umum dan Suryanti Anwar selaku Bendahara Umum, serta pengurus lainnya.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Maluku, Sadali Ie mengatakan, bola voli bukan hanya sekadar olahraga hiburan. Sebab di desa-desa, di pantai-pantai, dan di lapangan-lapangan kampung, bola voli telah menjadi ruang perjumpaan masyarakat, bahkan menjadi alat perekat sosial.

“Artinya, Pengprov PBVSI maluku bukan hanya membina atlet, tetapi juga mewarisi dan mengembangkan hidup orang basudara yang tinggi, memegang teguh nilai-nilai pela gandong, sportifitas, dan solidaritas telah menjadi karakter masyarakat kita harus menjadi roh pembinaan olahraga voli di maluku,” katanya.

Dikatakannya, untuk tingkat Nasional, bola voli sedang mengalami euforia besar berkat kompetisi Proliga. Selain itu, Timnas voli putri juga menorehkan prestasi di Asean, termasuk maraknya liga-liga amatir di berbagai daerah, merupakan momentum emas yang tidak boleh dilewatkan oleh PBVSI Maluku.

“Namun kita juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti minimnya infrastruktur lapangan standar, terutama di kabupaten/kota kepulauan, keterbatasan kompetisi berjenjang untuk atlet usia dini, kurangnya pelatih dan wasit bersertifikat, serta peningkatan budaya sportainment yang kadang lebih mementingkan yang sistemik,” katanya mengingatkan.

Ia berharap, Pengprov PBVSI Maluku tidak hanya fokus pada event-event seremonial semata, melainkan menyusun roadmap pembinaan yang terukur dan berkelanjutan, mulai dari desa hingga provinsi.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Maluku juga akan mendukung penuh program PBVSI Maluku, dengan beberapa catatan strategis, seperti :

1. Bangun kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, terutama melalui Dispora dan KONI.

2. Masuk ke sekolah-sekolah melalui kompetisi pelajar dan ekstrakurikuler resmi.

3. Dorong lahirnya klub-klub mandiri dan akademi voli berbasis komunitas.

4. Siapkan atlet-atlet Maluku untuk tampil di PON serta ke depan bisa menembus level nasional dan profesional.

“Saya mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja bukan hanya sebagai pejabat organisasi, tetapi sebagai pejuang olahraga. Jadikan PBVSI maluku sebagai rumah besar yang melahirkan atlet, pelatih, wasit, dan event-event bergengsi yang membanggakan daerah,” pintanya.

Dirinya juga mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran Pengurus Provinsi PBVSI Maluku yang baru dilantik, dimana amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk membangun peradaban olahraga yang maju, kompetitif, dan berprestasi.

“Mari kita buktikan bahwa maluku bukan hanya gudang musik dan budaya, tetapi juga gudang atlet bola voli Indonesia,” pungkasnya. (BM-01)