Pegadaian Dorong Awak Media Jadi Garda Terdepan Penyebaran Informasi Keuangan Yang Sehat

Ambon, BM – Dalam rangka memperkuat peran untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, melalui kegiatan Edukasi dan Training of Trainers (ToT) Media Massa Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia, PT Pegadaian Cabang Ambon, mendorong para “awak media” untuk jadi garda terdepan penyebaran informasi keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan Deputi Bisnis PT Pegadaian Cabang Ambon, Hardsal Rahman, dalam pemaparannya sebagai pemateri dalam kegiatan yang bertemakan Penguatan Kapasitas Wartawan sebagai Duta Literasi di Sektor Jasa Keuangan, yang digelar di Ballroom Lantai 5 Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, saat ini Pegadaian merupakan bagian dari BRI Group Holding, bersama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Ketiga entitas tersebut berada dalam satu holding yang berinduk di BRI.

Saat ini Pegadaian sudah berusia 124 tahun dan Insya Allah pada 1 April mendatang genap 125 tahun. Dengan usia tersebut, kami terus berupaya menghadirkan layanan yang menjadi solusi keuangan terbaik bagi masyarakat, ujar Hardsal.

Ia menguraikan bahwa, Pegadaian memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia dengan 12 kantor wilayah, termasuk wilayah Makassar yang membawahi Area Ambon. Area Ambon sendiri menaungi enam cabang, yakni Cabang Ambon, Cabang Syariah Ambon, Cabang Tual, Cabang Nusa Dewa, Cabang Masohi, dan Cabang Namlea.

Secara Nasional Pegadaian memiliki lebih dari 4.085 outlet. Di Ambon sendiri terdapat 41 outlet, termasuk unit layanan yang beroperasi bersama BRI di sejumlah wilayah,terang Hardsal

Tidak hanya mengandalkan kantor fisik, Pegadaian sebut Hardsal juga membuka peluang kemitraan melalui Agen Pegadaian, termasuk bagi insan media.

Wartawan menurutnya, tidak hanya dapat berperan sebagai penyampai informasi literasi keuangan, tetapi juga berpotensi memperoleh manfaat ekonomi sebagai agen resmi.

“Teman-teman media bisa menjadi perpanjangan tangan Pegadaian. Selain menyebarkan edukasi, ada benefit yang bisa diperoleh sebagai agen Pegadaian,” jelasnya.

Konsep “4 Sehat 5 Sempurna” Finansial Dalam sesi literasi, lanjut Hardsal sebagai formula pengelolaan keuangan yang sehat. Konsep tersebut meliputi pengelolaan penghasilan dengan alokasi investasi sejak awal, pemisahan kebutuhan dan keinginan, persiapan dana darurat, pemilihan instrumen investasi yang tepat, serta kecerdasan dalam memilih lembaga jasa keuangan.

Hardsal juga menekankan pentingnya menyisihkan minimal 10 persen penghasilan untuk investasi di awal, bukan menunggu sisa dari pengeluaran bulanan, karena Kalau menunggu sisa, biasanya tidak akan pernah ada sisa untuk investasi. Karena itu, investasi harus dilakukan lebih dulu,” tegasnya.

Hardsal juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tawaran investasi ilegal dan lembaga keuangan yang tidak jelas legalitasnya.

Hadirnya Pegadaian dan OJK di sini ingin membangun kesadaran agar masyarakat lebih cerdas dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan lembaga jasa keuangan,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran wartawan sebagai Duta Literasi Keuangan, sekaligus menjadi penggerak edukasi finansial yang kredibel dan berkelanjutan di tengah masyarakat Maluku. (**)