Gubernur Maluku Lepas Jenazah Almarhum Abdulrachim Maruapey

Ambon, BM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memimpin upacara kedinasan pelepasan jenasah almarhum Abdulrachim Maruapey, SH, M.Si untuk dimakamkan, bertempat di Rumah Raja Negeri Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Rabu (18/3/2026).

Almarhum merupakan salah satu putra terbaik Jazirah Leihitu, dengan jabatan saat ini sebagai Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Maluku.

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri keluarga, kerabat, serta jajaran pemerintah daerah dan masyarakat yang turut memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Maluku.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Maluku, saya menyampaikan turut berbelasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar Maruapey–Hamid. Kepergian almarhum bukan saja menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi pemerintah daerah dan masyarakat Maluku,” ujar Lewerissa.

Gubernur menilai almarhum sebagai sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Sepanjang kariernya, almarhum dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku, yang mencerminkan kapasitas, kompetensi, dan loyalitasnya sebagai abdi negara.

“Saya mengenal almarhum sejak menjabat sebagai Gubernur Maluku, dan saya melihat beliau sebagai pribadi yang tenang, bijaksana, serta penuh integritas. Dalam setiap penugasan, beliau menunjukkan komitmen yang tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, almarhum juga dikenal sebagai pemimpin yang tidak banyak bicara, namun tegas dalam bertindak, tulus dalam melayani, serta rendah hati dan humanis. Banyak kebaikan yang telah ditorehkan almarhum selama hidupnya dan menjadi manfaat bagi sesama.

Gubernur juga menyampaikan bahwa kepergian almarhum di bulan suci Ramadan menjadi pertanda baik.

“Insya Allah, almarhum dipanggil dalam keadaan husnul khotimah, di saat pintu-pintu surga dibuka dan rahmat Allah tercurah luas bagi umat-Nya,” katanya.

Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri almarhum, Ibu Fatmawaty Hamid, serta anak-anak tercinta, Ulfa Maruapey dan Pasha Abdullah Maruapey, Gubernur menyampaikan rasa empati yang mendalam disertai doa agar diberikan kekuatan dan ketabahan.

“Percayalah, pengabdian dan kebaikan almarhum akan selalu dikenang dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian almarhum bagi masyarakat dan daerah Maluku.

“Selamat jalan, Pa Im, selamat jalan rekan kerja. Beristirahatlah dalam kedamaian Ilahi. Semoga Allah SWT merahmati dan mengampuni segala khilaf, serta menempatkan almarhum di sisi orang-orang beriman,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara pelepasan jenazah tersebut unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, staf ahli gubernur, para asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Raja Mamala beserta keluarga besar masyarakat Negeri Mamala, Ketua Hena Hetu bersama para raja di Jazirah Leihitu, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. (BM01)