Ambon, BM – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, secara resmi membuka Festival Benteng Nieuw Victoria dalam rangka pengimplementasian tugas dan fungsi Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon, di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026) malam.
Festival yang mengusung tema “Merangkai Warisan Budaya dalam Harmoni” tersebut diawali dengan karnaval budaya, penampilan ansambel musik Benteng, serta fashion show pakaian budaya Maluku.
Kegiatan ini turut dihadiri Pangdam XV/Pattimura, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Ketua TP PKK Kota Ambon, serta pimpinan instansi vertikal.
Dalam sambutannya, Wagub Abdullah Vanath menegaskan bahwa Benteng Nieuw Victoria memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi perjalanan Kota Ambon dan Maluku.
“Benteng Nieuw Victoria yang berdiri di hadapan kita ini bukan sekadar bangunan tua peninggalan masa kolonial. Benteng ini adalah saksi hidup perjalanan panjang Kota Ambon, sejak menjadi pusat perdagangan rempah, pusat pemerintahan, hingga menjadi titik pertemuan berbagai bangsa, suku dan agama yang kemudian membentuk wajah Ambon sebagai kota yang majemuk,” ujar Wagub.
Menurutnya, sebagai cagar budaya peringkat nasional, Benteng Nieuw Victoria merupakan warisan yang harus terus dirawat dan dilestarikan secara bersama-sama.
“Sebagai cagar budaya peringkat nasional, benteng ini adalah warisan yang harus terus dirawat, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi oleh kita semua sebagai anak negeri. Karena itu, saya menyambut baik dan mengapresiasi langkah Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, yang menghadirkan Festival Benteng Nieuw Victoria dengan tema ‘Merangkai Warisan Budaya dalam Harmoni’,” katanya.
Wagub menyebut tema festival tersebut sangat relevan dengan karakter Maluku sebagai rumah bersama masyarakat yang memiliki keragaman pulau, suku, tradisi dan agama.
Ia menekankan, nilai-nilai kearifan lokal seperti pela gandong, hidup orang basudara, ale rasa beta rasa, serta sagu salempeng dibagi dua, harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Tema ini sangat pas deng realita katong pung Maluku. Sebagai rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai pulau, suku dan tradisi, Maluku hanya bisa tetap harmonis kalau nilai basudara dan pela gandong terus dirawat serta diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibage dua, itu bukan sekadar ungkapan, tetapi cara hidup orang Maluku yang harus terus kita jaga sampai ke anak cucu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wagub mengatakan Festival Benteng Nieuw Victoria memiliki makna semakin kuat karena dilaksanakan bertepatan dengan momentum HUT ke-451 Kota Ambon.
Tanggal 7 September 1575 menjadi penanda penting dalam sejarah Kota Ambon, ketika di lokasi tersebut berdiri benteng pertama yang diberi nama Nossa Senhora da Anunciada, yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Benteng Kota Laha. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu tonggak sejarah lahirnya Kota Ambon.
Selain mengangkat sejarah dan budaya, festival ini juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas Ambon sebagai UNESCO Creative City of Music sejak 2019.
“Karnaval budaya, pameran, panggung seni tradisional hingga penampilan musisi lokal adalah bukti bahwa kebudayaan Maluku hidup, berkembang dan mampu bersanding dengan kreativitas masa kini. Ini harus menjadi kekuatan untuk membangun ekosistem kebudayaan dan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wagub.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, memberikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Wagub juga mengajak para pelaku seni, sanggar budaya, komunitas, pelaku ekonomi kreatif dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga berbagai cagar budaya yang ada di Maluku.
“Saya mengajak para pelaku seni, sanggar budaya, pelaku ekonomi kreatif dan seluruh masyarakat untuk terus bersinergi merawat Benteng Nieuw Victoria dan cagar budaya lainnya di Maluku sebagai ruang publik kebudayaan yang memberi manfaat edukasi, sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Festival Benteng Nieuw Victoria diharapkan tidak hanya menjadi agenda perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah, meningkatkan apresiasi terhadap seni dan budaya lokal, serta mendorong kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah. (BM01)














