Ambon, BM – Pembangunan infrastruktur yang berkualitas tidak hanya lahir dari kekuatan konstruksi, tetapi juga dari kekuatan kolaborasi. Semangat itulah yang kembali ditunjukkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku melalui Rapat Koordinasi pemanfaatan sebagian konstruksi Jembatan Wai Noa di Kabupaten Maluku Tengah, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor BWS Maluku, Kamis (30/7/2026).
Rapat strategis tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Kepala BPJN Maluku Muh. Ulwan Talaohu, Plt. Kepala BWS Maluku Ruslan Malik, Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku Toce Leuwol, PPK 2.1 Provinsi Maluku Elsina Malindri, serta jajaran teknis dari kedua balai.
Pertemuan ini bukan sekadar membahas aspek teknis sebuah jembatan. Lebih dari itu, koordinasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur modern menuntut sinergi lintas sektor yang kokoh, sehingga setiap program pemerintah dapat berjalan selaras, efektif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Pemanfaatan sebagian konstruksi Jembatan Wai Noa direncanakan untuk mendukung pembangunan jembatan perlintasan jaringan transmisi air baku Noa Nea.
Langkah ini menjadi wujud pemanfaatan aset negara secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan konstruksi, ketepatan teknis, efisiensi, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.
Dalam pembahasan tersebut, BPJN Maluku dan BWS Maluku menelaah secara komprehensif berbagai aspek teknis maupun administratif guna memastikan setiap keputusan yang diambil mampu menjaga fungsi, keamanan, dan keberlanjutan infrastruktur jalan dan jembatan, sekaligus memperkuat layanan infrastruktur sumber daya air yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Plt. Kepala BPJN Maluku, Muh. Ulwan Talaohu, menegaskan bahwa kolaborasi merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang terintegrasi.
“Sinergi antar unit kerja di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum adalah kunci menghadirkan pelayanan infrastruktur yang optimal. Dengan koordinasi yang baik, setiap pekerjaan dapat berjalan harmonis tanpa mengurangi fungsi dan keandalan infrastruktur yang telah ada,” ujar Ulwan sebagaimana dikutip dari media sosial Instagram BPJN Maluku @pu_jalan_maluku.
Hal senada juga disampaikan Plt. Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik, yang menekankan pentingnya koordinasi sejak tahap perencanaan agar pembangunan jaringan transmisi air baku dapat terlaksana secara efektif, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, BPJN Maluku dan BWS Maluku kembali membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari megahnya infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari kuatnya komitmen, kesamaan visi, dan semangat gotong royong antarinstansi dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Sebab ketika sinergi menjadi budaya, setiap infrastruktur yang dibangun bukan sekadar menghubungkan jalan dan jembatan, melainkan juga menghubungkan harapan masyarakat menuju masa depan Maluku yang lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan. (BM01)











