Maya Lewerissa: Pemberdayaan UMKM Jawa Tengah Jadi Inspirasi untuk Maluku

Semarang, BM – Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, melihat praktik pemberdayaan UMKM dan pengrajin di Jawa Tengah sebagai contoh baik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat di Maluku.

Hal tersebut disampaikan Maya Lewerissa saat mendampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menghadiri pembukaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Di sela rangkaian kegiatan, Maya menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan UMKM dan kerajinan yang difasilitasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah.

Maya mengapresiasi langkah Dekranasda Jawa Tengah yang memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM dan pengrajin untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

Menurutnya, pola tersebut merupakan praktik baik yang layak menjadi inspirasi bagi Maluku.

“Sangat baik ya, di sini Dekranasda memberikan panggung buat UMKM dan pengrajin. Saya kira hal-hal baik seperti ini yang nantinya bisa kita terapkan di provinsi kita, di Maluku,” ujar Maya.

Ia menilai, keterlibatan UMKM dalam event-event berskala besar memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar memperkenalkan produk. Kehadiran mereka juga membuka peluang terbentuknya jejaring usaha dan akses pasar yang lebih luas.

“Dengan adanya event-event seperti ini, produk-produk UMKM dan pengrajin mendapat promosi, bahkan mendapat jaringan untuk pemasarannya,” jelasnya.

Maya juga menilai pengembangan UMKM perlu berjalan beriringan dengan penguatan seni dan budaya daerah. Menurutnya, seni tradisional, musik daerah, serta berbagai kekayaan budaya Maluku dapat dihadirkan secara berkelanjutan dalam berbagai kegiatan maupun ruang publik.

Bagi Maya, langkah tersebut bukan hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga dapat menjadi media promosi daerah sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan Maluku kepada masyarakat yang lebih luas.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan ruang, fasilitas, dan dukungan yang lebih besar kepada pelaku UMKM dan pengrajin.

“Mari semua stakeholder memberikan fasilitas kepada UMKM dan pengrajin kita. Kami juga mengimbau kepada Dekranasda kabupaten/kota di Provinsi Maluku untuk terus memberikan kontribusi terhadap pengembangan UMKM dan para pengrajin,” ajaknya.

Maya menegaskan, penguatan UMKM tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, Dekranasda, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM yang kuat, produktif, dan berdaya saing.

Ia berharap pengalaman yang dilihat di Jawa Tengah dapat menjadi inspirasi bagi Maluku untuk menghadirkan lebih banyak ruang promosi, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kesempatan pelaku UMKM dan pengrajin untuk berkembang.

Dekranasda Provinsi Maluku, lanjutnya, akan terus mendorong berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan ekonomi keluarga, pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, serta pelestarian dan pengembangan kerajinan khas Maluku.

“Semangat ya kita semuanya,” tutup Maya. (BM01)