Ambon, BM – Pemerintah Provinsi Maluku menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,31 persen (year on year) pada Triwulan II Tahun 2026. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku yang disampaikan di Aula Kantor BPS Provinsi Maluku, Rabu (5/8/2026), capaian tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 3,39 persen dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen.
Secara akumulatif Semester I Tahun 2026, ekonomi Maluku juga tumbuh 5,24 persen, menunjukkan tren positif yang mencerminkan ketahanan dan akselerasi perekonomian daerah.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai lapangan usaha, terutama sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, administrasi pemerintahan, perdagangan, konstruksi, serta industri pengolahan.
Sektor pertanian menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,18 persen, ditopang oleh peningkatan produksi padi, produksi ternak sapi sebesar 22,17 persen, serta produksi perikanan yang mencapai 153 ribu ton atau meningkat 4,39 persen dibandingkan Triwulan II Tahun 2025.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Maluku dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap struktur ekonomi daerah dan menjadi sumber pertumbuhan terbesar sebesar 4,11 persen.
Selain itu, peningkatan belanja pemerintah, investasi, serta aktivitas perdagangan dan impor turut memperkuat pertumbuhan ekonomi pada triwulan ini.
Mewakili Gubernur Maluku, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku, Jasmono, menyampaikan apresiasi kepada BPS Provinsi Maluku atas penyajian data statistik yang akurat dan komprehensif.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPS Provinsi Maluku yang telah bekerja secara profesional dalam menyajikan berbagai indikator strategis daerah. Data ini akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jasmono.
Ia menambahkan, berbagai indikator yang dirilis BPS, mulai dari pertumbuhan ekonomi, ketenagakerjaan, indeks ketimpangan gender hingga hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) Triwulan II Tahun 2026, menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah ke depan.
“Kami berharap seluruh data makroekonomi yang telah dipublikasikan hari ini dapat menjadi pedoman bersama dalam memperkuat sinergi pembangunan serta mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Maluku,” tambahnya. (BM01)













