Ambon, BM – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan pentingnya memperkuat sinergi, kemitraan dan kolaborasi seluruh elemen daerah dalam menjawab tantangan pembangunan sekaligus mempercepat terwujudnya Maluku yang maju, adil dan sejahtera.
Penegasan tersebut disampaikan Lewerissa dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku dalam rangka penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Karang Panjang, Ambon, Rabu (26/8/2026) malam.
Menurut Gubernur, pertanggungjawaban pelaksanaan APBD bukan sekadar tahapan administratif dalam penyelenggaraan pemerintahan, tetapi menjadi momentum penting untuk melihat kembali capaian, mengevaluasi kekurangan sekaligus memperbaiki kualitas pengelolaan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Karena itu, berbagai catatan, masukan dan rekomendasi yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD Provinsi Maluku akan menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah untuk ditindaklanjuti.
“Setelah melalui tahapan pembahasan yang konstruktif, hari ini kita telah mendengar bersama pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD Provinsi Maluku, yang memuat berbagai catatan dan rekomendasi yang akan menjadi atensi dan perhatian serius Pemerintah Daerah untuk ditindaklanjuti dalam rangka memperbaiki kinerja penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” kata Lewerissa.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku akan terus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap berbagai capaian pembangunan dan kinerja pemerintahan. Evaluasi tersebut diperlukan agar setiap program dan kebijakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah.
“Evaluasi harus menjadi bagian dari proses perbaikan. Kita perlu melihat apa yang sudah dicapai, apa yang masih menjadi kendala, dan langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar pembangunan ke depan semakin efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Tantangan Berat, Optimisme Harus Tetap Dijaga
Gubernur mengakui bahwa perjalanan pembangunan Maluku ke depan bukanlah sesuatu yang ringan. Sebagai daerah kepulauan dengan karakteristik geografis dan tantangan pembangunan yang kompleks, dibutuhkan kerja keras, konsistensi serta keberanian untuk menghadirkan terobosan.
Namun, menurut Lewerissa, berbagai tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan optimisme.
“Tantangan yang kita hadapi saat ini dan ke depan akan semakin berat, tetapi saya optimis karena harapan akan selalu ada bagi mereka yang terus berusaha, bekerja, dan berjuang bagi Maluku tercinta,” tegasnya.
Optimisme tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui kerja nyata, kebijakan yang tepat sasaran serta semangat untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Perkuat Kemitraan Pemerintah, DPRD dan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Lewerissa juga menekankan pentingnya menjaga hubungan kemitraan yang konstruktif antara Pemerintah Daerah dan DPRD, sekaligus memperkuat sinergi bersama Forkopimda serta seluruh komponen masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah semata. Kemajuan Maluku membutuhkan keterlibatan dan kontribusi seluruh elemen masyarakat dengan semangat yang sama untuk membangun daerah.
“Saya yakin dengan sinergitas dan kemitraan yang kuat antara Pemerintah Daerah, DPRD, Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat di daerah ini kita akan mampu mewujudkan cita-cita bersama untuk mencapai transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045,” ungkapnya.
Lewerissa berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dipelihara sehingga setiap perbedaan pandangan dapat ditempatkan sebagai bagian dari proses demokrasi dan upaya bersama menemukan solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat Maluku.
Siapkan Pembahasan APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027
Selain menyampaikan apresiasi terhadap proses pembahasan LPJ APBD 2025, Gubernur juga meminta dukungan DPRD Provinsi Maluku dalam menghadapi dua agenda penting penganggaran daerah yang akan segera dibahas, yakni Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.
Kedua agenda tersebut, kata Lewerissa, memiliki posisi strategis dalam memastikan kesinambungan program pembangunan dan pencapaian prioritas daerah.
Karena itu, ia berharap proses pembahasannya dapat dilakukan dalam suasana kemitraan, terbuka dan konstruktif sehingga kebijakan anggaran yang dihasilkan benar-benar mampu mendukung kebutuhan pembangunan dan kepentingan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku atas persetujuannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025,” kata Lewerissa.
Momentum Memperkuat Persaudaraan
Menutup sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa turut menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Maluku.
Ia berharap momentum keagamaan tersebut tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membangun Maluku.
Rapat paripurna tersebut dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, Forkopimda Maluku atau yang mewakili, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, pimpinan perguruan tinggi, staf ahli Gubernur, para asisten Sekda serta pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. (BM01)






