BRI Cabang Ambon Tekankan Pentingnya Peran Media Dalam Penguatan Kapasitas Sebagai Duta Literasi Keuangan

Ambon, BM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Kamis (15/1/2026) menggelar Edukasi dan Training of Trainers (ToT) Media Massa Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia.

Sebagai salah satu narasumber pada kegiatan tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ambon menegaskan pentingnya penguatan kapasitas wartawan sebagai duta literasi keuangan bagi masyarakat.

Manajer Funding dan Transaksional BRI Cabang Ambon, Ali Said Ambar saat membawakan materinya menyampaikan, literasi keuangan tidak semata-mata harus berfokus pada perbankan, melainkan pada pemahaman menyeluruh terhadap peran industri jasa keuangan dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

“Industri jasa keuangan memiliki peran strategis dalam perekonomian, terutama sebagai penghubung antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan modal, baik untuk pengembangan usaha maupun konsumsi,” ujar Ali saat pemaparannya di Kantor OJK Provinsi Maluku.

Ia menjelaskan, fungsi utama industri jasa keuangan adalah intermediasi, yakni menghimpun dana dari pihak yang surplus dan menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan. Proses ini dinilai mampu mendorong alokasi sumber daya keuangan secara lebih efisien sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Selain fungsi intermediasi, industri jasa keuangan juga berperan dalam membantu masyarakat mengelola keuangan secara lebih efektif, meningkatkan akses permodalan, serta mendorong berkembangnya sektor usaha, khususnya di daerah.

Ali memaparkan bahwa lembaga keuangan di Indonesia secara umum terbagi menjadi tiga kelompok besar, yakni perbankan, industri keuangan non-bank seperti asuransi dan lembaga pembiayaan, serta pasar modal dan inovasi keuangan digital.

Lebih lanjut, ia menekankan peran bank sebagai lembaga keuangan yang memiliki fungsi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Bank menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan seperti tabungan, giro, dan deposito, kemudian menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit.

“Ujung dari seluruh fungsi perbankan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, bank juga wajib beroperasi sesuai regulasi dan berada di bawah pengawasan OJK untuk menjaga kepercayaan publik,” jelasnya.

Tak hanya sebagai penyalur kredit, bank juga memiliki fungsi lain seperti penyedia jasa pembayaran, penukaran valuta asing, penyimpanan barang berharga, hingga mendukung transaksi perdagangan domestik dan internasional. Di era digital, bank juga berperan dalam menciptakan alat pembayaran non-tunai, termasuk uang elektronik.

Dalam pemaparannya, Ali juga menjelaskan jenis-jenis bank di Indonesia, mulai dari Bank Indonesia sebagai bank sentral, bank umum, hingga bank perekonomian rakyat (BPR), serta perbedaan bank konvensional dan bank syariah berdasarkan sistem operasionalnya.

Menutup materi, Ali menegaskan pentingnya peran bank dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, salah satunya melalui edukasi yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan media massa.

“Wartawan memiliki peran strategis sebagai penyambung informasi yang kredibel kepada publik. Dengan pemahaman yang baik tentang sektor jasa keuangan, media dapat menjadi duta literasi keuangan yang efektif,” pungkasnya. (**)