Ambon, BM – Di balik kokohnya jalan yang menghubungkan desa dan kota, serta jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, terdapat sumber daya manusia yang terus diasah agar mampu menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
Komitmen itulah yang kembali ditunjukkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Teknis (RKK) Gelombang III Tahun Anggaran 2026 yang diikuti 16 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan BPJN Maluku.
Dikutip dari akun media instagram @pu_jalan_maluku, Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni 29–30 Juli 2026, di Aula Kantor BPJN Maluku dan dilaksanakan secara daring melalui Microsoft Teams ini bukan sekadar agenda rutin peningkatan kapasitas.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk melahirkan PPK yang semakin profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan pembangunan infrastruktur di tengah dinamika risiko yang semakin kompleks.
Plt. Kepala BPJN Maluku, Muh. Ulwan Talaohu, bersama para Kepala Seksi dan Kasatker turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, dimana kehadiran pimpinan menjadi bukti nyata bahwa penguatan kompetensi SDM merupakan investasi jangka panjang yang menentukan keberhasilan setiap program pembangunan.
Pelaksanaan Uji Kompetensi Teknis (RKK) merupakan bagian dari rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan Uji Kompetensi Teknis (RKK) Gelombang III TA 2026 yang diselenggarakan Direktorat Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II.
Kegiatan ini mendukung penerapan Manajemen Risiko Unit Pelaksana Risiko (UPR) T-2, sehingga setiap PPK tidak hanya dituntut mampu melaksanakan pekerjaan sesuai regulasi, tetapi juga mampu mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan berbagai potensi risiko sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan.
Di era pembangunan yang menuntut kecepatan sekaligus akuntabilitas, kompetensi menjadi fondasi utama. Seorang PPK bukan hanya bertanggung jawab terhadap administrasi kontrak, tetapi juga menjadi penggerak keberhasilan proyek yang berdampak langsung pada masyarakat.
Karena itu, peningkatan kapasitas teknis menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Selama kegiatan, para peserta mengikuti materi, diskusi, dan tahapan evaluasi secara interaktif. Berbagai substansi yang diberikan dirancang untuk memperkuat kemampuan analitis, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta membangun budaya kerja yang berbasis mitigasi risiko dan tata kelola yang baik.
Semangat belajar yang ditunjukkan para peserta mencerminkan budaya organisasi BPJN Maluku yang terus berkembang. Institusi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun kualitas manusianya sebagai aset paling berharga dalam mewujudkan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, BPJN Maluku kembali menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan jalan dan jembatan bukan semata diukur dari panjang ruas yang dibangun atau jumlah proyek yang diselesaikan, melainkan keberhasilan sejati lahir dari hadirnya insan-insan profesional yang memiliki integritas, kompetensi, dan kemampuan mengelola risiko dalam setiap langkah pengabdian.
Karena pada akhirnya, infrastruktur yang hebat selalu dimulai dari manusia-manusia hebat yang bekerja di baliknya. BPJN Maluku tidak hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi juga membangun kompetensi, integritas, dan masa depan pelayanan publik yang lebih berkualitas. (BM01)







