Ambon, BM – Setelah libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memimpin apel bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Selasa (31/03/2026) di Lapangan Merdeka Ambon.
Gubernur Maluku dalam arahannya menegaskan, apel perdana ini bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum untuk melakukan reset dan refleksi atas tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
“Libur telah usai. Saatnya kita kembali pada ritme kerja dengan penuh komitmen, semangat, dan energi baru. Apel hari ini adalah momentum untuk menegaskan kembali tujuan kita bersama,” ujar Gubernur.
Gubernur Hendrik Lewerissa juga menyampaikan lima poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh ASN, yakni mengenai Efisiensi dan Ketepatan Pengelolaan Fiskal.
“Kondisi fiskal daerah menuntut ASN untuk bekerja lebih cermat, efisien, dan tepat sasaran. Keterbatasan anggaran tidak boleh menurunkan kualitas kinerja, namun harus mendorong kreativitas dan inovasi. Belanja daerah harus berorientasi pada hasil yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, Kewaspadaan terhadap Dampak Geopolitik GlobalGubernur mengingatkan bahwa kondisi geopolitik global yang tidak stabil berdampak pada sektor energi dan sumber daya.
“ASN diminta untuk bijak dalam penggunaan energi dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah memastikan ketersediaan stok energi tetap aman,” ujarnya.
Tak hanya itu, Kebijakan Fleksibilitas Kerja WFA/WFH Pemerintah pusat tengah mendorong penerapan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH).
“Sambil menunggu regulasi nasional, Pemerintah Provinsi Maluku sedang melakukan kajian efektivitas. Gubernur menekankan bahwa fleksibilitas kerja tidak boleh mengganggu pencapaian target kinerja, terutama pada perangkat daerah yang memberikan pelayanan publik,” ucapnya
Sementara mengenai Kepatuhan terhadap Pelaporan Resmi, Gubernur mengingatkan para ASN untuk patuh dan tepat waktu dalam penyampaian seluruh kewajiban pelaporan, termasuk SPT Tahunan melalui Core Tax, LHKPN, maupun laporan institusional lain.
“Kepatuhan ini merupakan wujud integritas, transparansi, dan akuntabilitas sebagai penyelenggara pemerintahan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta para ASN untuk bijaksana dalam bermedia sosial dan menjadi teladan dalam menyebarkan informasi yang benar, menyejukkan, serta menghindari konten provokatif.
“ASN berperan penting dalam memerangi hoaks, isu SARA, serta ujaran kebencian. Gubernur menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam semangat orang basudara,” katanya.
Ia menegaskan, seluruh arahan ini harus benar-benar ditindaklanjuti oleh pimpinan perangkat daerah hingga ke tingkat staf, bukan hanya berhenti pada wacana.
“Mari kita bangun komitmen bersama untuk memperkuat disiplin, meningkatkan kinerja, dan menjaga integritas demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan melayani,” tutup Gubernur.
Apel bersama ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, pejabat administrator, pengawas, fungsional, pelaksana, serta seluruh P3K dan P3K paruh waktu. (BM01)






