Krisis Air Bersih Melanda Pulau Geser, TNI Turun Tangan Antar Air untuk Warga

Geser, BM – Krisis air bersih masih menjadi persoalan serius yang dirasakan masyarakat di Pulau Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Sumur-sumur warga mulai mengering, sementara air yang masih tersedia sebagian terasa asin sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, mendapatkan air tawar yang jernih menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi masyarakat. Untuk memperoleh sumber air bersih, pengeboran sumur harus dilakukan hingga kedalaman lebih dari 200 meter agar dapat memperoleh air yang tidak tercampur air asin.

Namun, persoalan kembali muncul karena mesin pengeboran yang dibutuhkan tidak tersedia di Pulau Geser. Peralatan tersebut harus didatangkan dari Kota Bula, yang berada cukup jauh dari lokasi masyarakat yang membutuhkan.

Melihat kondisi tersebut, Danramil Pulau Geser Kapten Inf Ikhsan Patimura bersama Babinsa Koptu Rulli dan seluruh prajurit Koramil Pulau Geser, Minggu (04/10/2026) berupaya membantu masyarakat dengan mengangkut dan mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan.

Bantuan dilakukan dari tempat pengambilan air yang persediaannya juga sangat terbatas. Pompa air hanya dapat dioperasikan sekitar dua jam sekali untuk menjaga agar cadangan air tidak cepat habis.

Proses pengisian air dimulai sejak pukul 05.00 WIT hingga sekitar pukul 12.00 WIT. Air yang telah terkumpul kemudian dimasukkan ke dalam jerigen dan galon untuk selanjutnya diangkut menggunakan perahu longboat menuju desa-desa yang membutuhkan.

Hingga kini, pendistribusian air tersebut telah dilakukan sebanyak dua kali perjalanan, dengan masing-masing perjalanan menggunakan dua unit perahu.

Seluruh kebutuhan bahan bakar untuk kegiatan tersebut ditanggung secara swadaya oleh Danramil bersama para prajurit Koramil. Bantuan diberikan tanpa mengharapkan imbalan dari masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan semata-mata karena kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar berupa air bersih.

Kehadiran prajurit TNI di tengah kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa keberadaan TNI tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat.

Di mana rakyat menghadapi kesulitan, di sanalah TNI berupaya hadir.

Air yang diangkut menggunakan longboat tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan untuk minum dan keperluan sehari-hari. Bagi warga yang tengah menghadapi krisis air, setiap jerigen dan galon air tawar menjadi bantuan yang sangat berarti.

Namun, kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan air bersih di Pulau Geser membutuhkan penanganan yang lebih permanen. Bantuan distribusi air hanya menjadi solusi sementara, sementara masyarakat membutuhkan sumber air bersih yang dapat diakses secara berkelanjutan.

Karena itu, harapan masyarakat agar segera dilakukan pengeboran sumur air bersih serta didatangkannya mesin pengeboran ke Pulau Geser menjadi sangat penting untuk segera diwujudkan.

Krisis air bersih bukan sekadar persoalan kekurangan air. Bagi masyarakat Pulau Geser, ini menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan kehidupan sehari-hari.

Di tengah keterbatasan, kepedulian para prajurit yang rela mengeluarkan biaya secara swadaya dan menembus ombak dengan membawa air menjadi bentuk nyata kedekatan TNI dengan rakyat.

Mereka bukan orang asing. Mereka adalah bagian dari keluarga besar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian dan bantuan. (BM01)

News Feed