Ambon, BM – Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Provinsi Maluku yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (7/11/2026), menetapkan Jasmono sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI Maluku masa bakti 2026-2030.
Musprov tersebut dihadiri para pemilik suara sah dari sejumlah Pengurus Kabupaten (Pengkab) dan Pengurus Kota (Pengkot) POBSI di Provinsi Maluku. Mereka yang hadir antara lain perwakilan Pengkab POBSI Buru Selatan, Kepulauan Tanimbar, Buru, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, serta Pengkot POBSI Ambon.
Selain para pemilik suara, Musprov juga dihadiri sejumlah peninjau dari rumah biliar dan klub-klub biliar di Kota Ambon. Kehadiran para peninjau tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Musprov sekaligus proses konsolidasi organisasi olahraga biliar di Maluku.
Terpilihnya Jasmono menandai babak baru kepemimpinan POBSI Maluku setelah kepengurusan masa bakti 2022-2026 berakhir pada Mei 2026.
Sebelumnya, Pengprov POBSI Maluku berada dalam masa caretaker yang dipimpin Semmy Lewerissa berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar (PB) POBSI Nomor 28.C/SKEP/PBPOBSI/X/2026 tertanggal 15 Oktober 2026.
Penunjukan caretaker tersebut bertujuan melanjutkan pembinaan dan pengembangan olahraga biliar sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musprov untuk membentuk kepengurusan definitif.
Caretaker Ketua Pengprov POBSI Maluku, Semmy Lewerissa saat dikonfirmasi media ini menyampaikan bahwa setelah Jasmono terpilih sebagai Ketua Umum, tahapan selanjutnya adalah penyusunan struktur kepengurusan Pengprov POBSI Maluku masa bakti 2026-2030.
Menurut Semmy Lewerissa, Ketua Umum Pengprov POBSI Maluku terpilih yang akan bertindak sebagai formatur, dan akan didampingi beberapa pendamping dalam menyusun komposisi kepengurusan. Proses tersebut ditargetkan rampung dalam waktu paling lambat tiga hari ke depan.
“Setelah Musprov ini, formatur akan menyusun kepengurusan Pengprov POBSI Maluku masa bakti 2026-2030. Mungkin akan ada pendampingan untuk menyusun komposisi kepengurusan tersebut. Paling lambat tiga hari ke depan, susunan kepengurusan sudah harus diusulkan ke PB POBSI di Jakarta,” demikian kata Semmy Lewerissa.
Dengan terbentuknya kepengurusan definitif, POBSI Maluku diharapkan dapat memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan pembinaan atlet, serta mendorong perkembangan olahraga biliar di seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
Musprov ini juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh unsur POBSI, termasuk pengurus kabupaten/kota, rumah biliar, dan klub-klub biliar, dalam membangun prestasi olahraga biliar Maluku ke depan.
Kepengurusan baru masa bakti 2026-2030 juga diharapkan mampu melanjutkan pembinaan secara berkesinambungan serta membawa atlet-atlet biliar Maluku berkompetisi dan meraih prestasi pada berbagai kejuaraan tingkat daerah maupun nasional. (BM01)












